Cara Menghitung IP Addres

April 28, 2008

Cara Menghintung IP(Internet Protocol) Address
Apa itu IP Address ?
IP address (versi 4) tersusun atas bilangan biner (0 dan 1) sepanjang 32 bit (binary digit) yang terbagi atas empat segmen. Tiap segmen terdiri atas 8 bit. Artinya memiliki nilai desimal 0 (00000000) sampai 255 (11111111). Jadi secara kasar dapat disimpulkan bahwa jumlah alamat yang bisa dipakai oleh komputer di seluruh dunia yang terhubung ke internet sebanyak 32 bit (walaupun ada IP tertentu yang tidak dipakai dengan alasan khusus). Untuk mempermudah pembacaan, alamat IP tersebut biasanya dituliskan dalam bilangan desimal misalnya 192.168.1.10. Struktur alamat IP dibagi menjadi dua bagian yaitu Network ID dan Host ID. Sesuai namanya, Network ID berfungsi mengidentifikasi pada jaringan mana suatu komputer berada, sementara Host ID berfungsi mengidentifikasi suatu komputer (host) pada suatu jaringan.

Kelas-Kelas IP Address dan Cara Menghitungnya
IP address dibagi menjadi lima kelas, A,B,C,D,E. IP address yang dipakai secara umum dibagi dalam 3 kelas, sementara 2 kelas lainnya dipakai untuk kepentingan khusus. Ini untuk memudahkan pendistribusian IP address ke seluruh dunia.

Istilah –Istilah IP Address:
-> Network ID (Net-ID)
Adalah IP address yang menunjukkan Nomor Jaringan (identitas segmen)
Contoh :
1. Sebuah segmen dengan IP range 192.168.1.0 – 192.168.1.63 (contoh) netmask 255.255.255.192maka Net-ID nya adalah 192.168.1.0.
2. Sebuah jaringan dengan IP range 192.168.2.16 – 192.168.2.31/28 netmask 255.255.255.240 maka Net-ID nya adalah 192.168.2.16
Note : Net-ID adalah IP pertama dari sebuah segmen. Dalam implementasinya IP ini tidak dapat digunakan pada sebuah host.
-> IP Broadcast
Adalah IP address yang digunakan untuk broadcast. Dari contoh di atas maka IP Broadcast nya adalah 192.168.1.63 .
Note : IP Broadcast adalah IP terakhir dari sebuah segmen (kebalikan dari Net-ID). Dalam implementasinya IP ini juga tidak dapat digunakan pada sebuah host.
-> Subnet Mask (Netmask)
Adalah angka binner 32 bit yang digunakan untuk :
• membedakan Net-ID dan Host-ID
• menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar
Contoh: 255.255.255.192
-> Prefix
Adalah penulisan singkat dari sebuah Netmask.
Contoh :Netsmasknya :255.255.255.192(bilangan desimal) ,
bilangan binernya : 11111111.11111111.11111111.11000000
lalu hitung bilangan biner yang nilainya ‘1’ bukan ‘0’ =26 berarti Prefix-nya 26
maka prefix nya adalah 26 maka menuliskan prefix-nya 192.168.1.0/26
-> Jumlah IP yang tersedia
Adalah jumlah IP address yang tersedia dalam sebuah segmen (blok). Dari contoh di atas maka Jumlah IP yang tersedia sebanyak 64 (192.168.1.0 – 192.168.1.63) jangan lupa ‘0’ dihitung
Note : Dalam implementasinya tidak semua IP yang tersedia dapat digunakan karena ada 2 IP yang akan digunakan sebagai Net-ID dan Broadcast..
-> Jumlah Host
Adalah jumlah dari IP address yang dapat dipakai dalam sebuah segmen. Dari contoh di atas maka jumlah host-nya adalah 62 (192.168.1.0 – 192.168.1.63). IP 192.168.1.0 sebagai Net-ID dan 192.168.1.63 sebagai Broadcast-nya.Jadi jumlah host yang bisa digunakan 192.168.1.1-192.168.1.62

-> IP Public
Adalah IP address yang dapat dikenali di jaringan internet.
Contoh :
202.95.144.4, 64.3.2.45, 4.2.2.1 dst
Note : IP Public akan kita dapatkan jika kita berlangganan Leased Line.
-> IP Private
Adalah IP address yang hanya dapat dikenali di jaringan local (LAN).
Contoh :
192.168.1.1, 192.168.0.5, 192.168.10.200 dst
Note : IP Private dapat kita gunakan semau kita untuk membangun LAN tanpa harus berlangganan Internet seperti Leased Line.
Kelas A :
- Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh
- Bit pertama : 0
- Panjang Network ID : 8 bit
- Panjang Host ID : 24 bit
- Byte pertama : 0 – 127
- Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx
- Jumlah IP : 16.777.214 IP address pada tiap kelas A
Note : 0 dan 127 dicadangkan, 0.0.0.0 dan 127.0.0.0 biasanya dipakai untuk localhost.
IP address kelas ini diberikan kepada suatu jaringan yang berukuran sangat besar.
Cara Menghitungnya:
IP itu mulai dari 0(nol).Kombinasi angka tersebut adalah untuk netmask 255.0.0.0 yang apabila di konversi ke Bilangan Biner adalah 11111111.00000000.00000000.00000000. Kita ambil 24 bit terakhir yaitu .00000000.00000000. 00000000 ubah ‘0’ menjadi ‘1’ berarti 11111111.11111111. 11111111 lalu ubah menjadi bilangan decimal =16.777.215 .
maka:
1. Jumlah IP yang kita miliki (tersedia) sebanyak 16.777.215 nomor
2. Netmask yang harus dipakai adalah 255.0.0.0
3. Kita dapat menuliskan IP tersebut 1.0.0.0/8 dengan 8 sebagai nilai prefix-nya.
4. Jumlah segmen yang terbentuk :
1.0.0.0 – 1.255.255.255
1.0.0.0 (sebagai Net-ID)
1.255.255.255(sebagai broadcast)
1.0.0.1 – 1.255.255.254(jumlah host-nya)
5. Jumlah IP yang dapat dipakai untuk host sebanyak 16.777.214 setelah dikurangi dengan Net-ID dan Broadcast .
Kelas B:

Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh
2 bit pertama : 10
Panjang Network ID : 16 bit
Panjang Host ID : 16 bit
Byte pertama : 128 – 191
Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.255.xxx.xxx
Jumlah IP : 65.534 IP address pada tiap kelas B
IP address kelas ini diberikan kepada jaringan dengan ukuran sedang-besar
Cara Menghitungnya:
IP itu mulai dari 0(nol).Kombinasi angka tersebut adalah untuk netmask 255.255.0.0 yang apabila di konversi ke Bilangan Biner adalah 11111111.11111111.00000000.00000000. Kita ambil 16 bit terakhir yaitu .00000000.00000000 ubah ‘0’ menjadi ‘1’ berarti 11111111.11111111 lalu ubah menjadi bilangan decimal=65.535.maka:
1 Jumlah IP yang kita miliki (tersedia) sebanyak 65.535 nomor
2 Netmask yang harus dipakai adalah 255.255.0.0
3 Kita dapat menuliskan IP tersebut 128.9.0.0/16 dengan 16 sebagai nilai prefix-nya.
4 Jumlah segmen yang terbentuk :
128.9.0.0 – 128.255.255.255
128.9.0.0 (sebagai Net-ID)
128.9.255.255(sebagai broadcast)
128.9.0.1 – 128.9.255.254(jumlah host-nya)
5 Jumlah IP yang dapat dipakai untuk host sebanyak 65.534 setelah dikurangi dengan Net-ID dan Broadcast .
Kelas C :
Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh
3 bit pertama : 110
Panjang Network ID : 24 bit
Panjang Host ID : 8 bit
Byte pertama : 192 – 223
Range IP : 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx
Jumlah IP : 254 IP address pada tiap kelas C
IP kelas ini dialokasikan untuk jaringan berukuran kecil.
Cara Menghitungnya :
IP itu mulai dari 0(nol).Kombinasi angka tersebut adalah untuk netmask 255.255.255.128 yang apabila di konversi ke Bilangan Biner adalah 11111111.11111111.11111111.10000000. Kita ambil 8 bit terakhir yaitu:10000000.
Apabila pada kolom pertama di beri nilai ‘1′ dan yg lainnya bernilai ‘0′( .10000000 )=128 (bilangan desimal)
Maka: IP yang tersedia:255-192=63
1 Jumlah IP yang kita miliki (tersedia) sebanyak 64 nomor dari 0 sampai 63
2 Netmask yang harus dipakai adalah 255.255.255.192
3 Kita dapat menuliskan IP tersebut 192.168.1.0/26 dengan 26 sebagai nilai prefix-nya.
4 Jumlah segmen yang terbentuk :
192.168.1.0 – 192.168.1.63
192.168.1.0 (sebagai Net-ID)
192.168.1.63(sebagai broadcast)
192.168.1.1 – 192.168.1.62(jumlah host-nya)
5 Jumlah IP yang dapat dipakai untuk host sebanyak 62 setelah dikurangi dengan Net-ID dan Broadcast .
Kelas D:
IP kelas D digunakan sebagai alamat multicast yaitu sejumlah komputer memakai bersama suatu aplikasi. Contohnya adalah aplikasi real-time video conference yang melibatkan lebih dari dua host, seperti yang diadakan di ITB dalam program SOI (School on Internet) bersama beberapa universitas di Asia. Ciri IP kelas D adalah 4 bit pertamanya 1110.
Kelas E:
IP kelas E (4 bit pertama 1111) dialokasikan untuk keperluan eksperimental.

Tak ada gading yang tak retak. Manusia mana ada yang sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat diharapkan dari berbagai pihak.


Jaringan Komputer

April 28, 2008

Jaringan komputer
Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Tujuan dari jaringan komputer adalah:
• Membagi sumber daya: contohnya berbagi pemakaian printer, CPU, memori, harddisk
• Komunikasi: contohnya surat elektronik, instant messaging, chatting
• Akses informasi: contohnya web browsing
Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta layanan disebut klien (client) dan yang memberikan layanan disebut pelayan (server). Arsitektur ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.
Klasifikasi Berdasarkan skala :
• Local Area Network (LAN)
• Metropolitant Area Network (MAN)
• Wide Area Network (WAN)
Berdasarkan fungsi : Pada dasarnya setiap jaringan komputer ada yang berfungsi sebagai client dan juga server. Tetapi ada jaringan yang memiliki komputer yang khusus didedikasikan sebagai server sedangkan yang lain sebagai client. Ada juga yang tidak memiliki komputer yang khusus berfungsi sebagai server saja. Karena itu berdasarkan fungsinya maka ada dua jenis jaringan komputer:
• Client-server
Yaitu jaringan komputer dengan komputer yang didedikasikan khusus sebagai server. Sebuah service/layanan bisa diberikan oleh sebuah komputer atau lebih. Contohnya adalah sebuah domain seperti www.detik.com yang dilayani oleh banyak komputer web server. Atau bisa juga banyak service/layanan yang diberikan oleh satu komputer. Contohnya adalah server jtk.polban.ac.id yang merupakan satu komputer dengan multi service yaitu mail server, web server, file server, database server dan lainnya.

• Peer-to-peer
Yaitu jaringan komputer dimana setiap host dapat menjadi server dan juga menjadi client secara bersamaan. Contohnya dalam file sharing antar komputer di Jaringan Windows Network Neighbourhood ada 5 komputer (kita beri nama A,B,C,D dan E) yang memberi hak akses terhadap file yang dimilikinya. Pada satu saat A mengakses file share dari B bernama data_nilai.xls dan juga memberi akses file soal_uas.doc kepada C. Saat A mengakses file dari B maka A berfungsi sebagai client dan saat A memberi akses file kepada C maka A berfungsi sebagai server. Kedua fungsi itu dilakukan oleh A secara bersamaan maka jaringan seperti ini dinamakan peer to peer.


Topologi Jaringan

April 28, 2008

Topologi jaringan
Topologi jaringan adalah, hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station. Topologi jaringan dapat dibagi menjadi 5 kategori utama seperti di bawah ini.
• Topologi bintang
• Topologi cincin
• Topologi bus
• Topologi mesh
• Topologi pohon
Setiap jenis topologi di atas masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Pemilihan topologi jaringan didasarkan pada skala jaringan, biaya, tujuan, dan pengguna.

Topologi bintang

Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.
Kelebihan
• Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
• Tingkat keamanan termasuk tinggi.
• Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
• Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
Kekurangan
• Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan terhenti.
Penanganan
• Perlunya disiapkan node tengah cadangan.

Topologi cincin
Topologi cincin adalah topologi jaringan dimana setiap titik terkoneksi ke dua titik lainnya, membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan.
Topologi bus
Pada topologi Bus, kedua unjung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan mentap Ethernetnya sepanjang kabel. Linear Bus: Layout ini termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul, ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung. Masing-masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu simpul lainnya. Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem client/server, dimana salah satu mesin pada jaringan tersebut difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa mesin tersebut dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak digunakan untuk pemrosesan informasi. Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan. Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan. Topologi linear bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel Coaxial menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node).

TOPOLOGI MESH
Topologi ini merupakan hubungan antar sentral penuh .Junlah saluran yang disediakan untuk membentuk jaringan mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1.
Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang teerpasang.
Disamping kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya.
Topologi merupakan teknologi khusus yang tidak dapat dibuat dengan pengkabelan, karana system yang rumit.Namun dengan teknologi ini sangat memungkinkan untuk diwujudkan.

TOPOLOGI TREE
Tidak semua stasiun mempunyai kedudukan yang sama.Stasiun yang kedudukannya lebih tinggi mengusai stasiun dibawahnya, sehingga jaringan sangat tergantung ada stasiun yang kedudukannya lebih tinggi dan kedudukan stasiun yang sama.